Frekuensi 5G pada Tiga Operator Seluler di Indonesia

Posted on

Proses lelang frekuensi 5G di Indonesia telah dihentikan oleh pemerintah pada Desember 2020 lalu melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kominfo juga sudah mengumumkan hasil seleksi penggunaan blok pita. Frekuensi radio 2.3 GHz pada rentang 2.360-2390 Mhz. Nantinya pita frekuensi tersebut digunakan untuk menggelar jaringan 5G.

Frekuensi 5G pada Tiga Operator Seluler di Indonesia
Ilustrasi frekuensi 5G. Foto: Ist/Net

Operator Seluler Dengan Frekuensi 5G

Ada tiga operator seluler yang dinyatakan telah lolos 5G. Seperti Hutchison Tri Indonesia, Telkomsel, dan Smartfren. Alokasi yang didapat sebesar 30 Mhz di mana terdiri dari tiga blok, yakni blok A, blok B, dan blok C.

Telkomsel mendapat bagian blok C dan Hutchison Tri Indonesia mendapatkan bagian blok B. Sedangkan Smartfren mendapatkan bagian blok A. Ketiganya mendapatkan alokasi sebesar 10 Mhz. Dalam lelang tersebut, ketiga operator seluler menawarkan harga yang sama. Untuk masing-masing blok sejumlah Rp 144,8 miliar.

Awal Sebelum Lelang

Ada lima operator yang mengambil dokumen seleksi pada awal pendaftaran lelang. Namun, hanya empat operator seluler yang mengembalikan dokumen. Operator seluler XL Axiata, Telkomsel, Tri, dan Smartfren.

Sebelumnya digunakan oleh operator telekomunikasi Broadband Wireless Access (BWA) dengan frekuensi 2,3 GHz. Namun pada Desember 2018, Kominfo mencabut izin frekuensi milik tiga operator BWA. Ketiga operator tersebut yakni Jasnita Telekomindo, PT Internux, dan PT First Media Tbk (KBLV). Kominfo tidak memperpanjang kontrak tersebut dan mengalihkan untuk layanan bergerak seluler. Kini pun bergerak untuk frekuensi 5G.

Pembagian Pita Frekuensi 2,3 GHz

Pada pita frekuensi 2,3 GHz saat ini digunakan oleh Telkomsel dengan lebar pita 30 Mhz. Begitu juga dengan Smartfren. Sisanya di beberapa zona digunakan oleh PT Berca Hardayaperkasa. Untuk itu, masing-masing operator seluler seperti Smartfren dan Telkomsel kini memiliki lebar pita 40 Mhz. Sedangkan Berca Hardayaperkasa dengan lebar pita 10 Mhz digunakan oleh Tri Indonesia.

Untuk pembagian blok, ada beberapa wilayah yang dimenangkan oleh ketiga operator seluler tersebut. Wilayah tersebut seperti Jakarta, Banten, Bogor, Kepulauan Riau, Maluku, dan Maluku Utara. Rincian frekuensi 5G untuk wilayah masing-masing blok yaitu:

Blok A

Blok A terdiri atas rentang 2.360-2.370 Mhz pada zona 1 untuk Sumatera Utara. Rentang 2.360-2.370 Mhz pada zona 4 yaitu wilayah Banten, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Pada zona 5, wilayah Jawa Bagian Barat, kecuali Bogor, Depok, dan Bekasi. Memiliki rentang 2.360-2.370 Mhz. Rentang 2.360-2.370 Mhz pada zona 6 wilayah Jawa Bagian Tengah.

Rentang 2.360-2.370 Mhz pada zona 7, wilayahnya Jawa Timur. Pada zona 9 yaitu Papua dengan rentang 2.360-2.370 Mhz. Rentang 2.360-2.370 Mhz pada zona 10, wilayahnya Maluku dan Maluku Utara. Pada zona 12 Sulawesi Utara dengan rentang 2.360-2.370 Mhz.

Blok B

Dalam proses frekuensi 5G, blok ini terdiri atas rentang 2.370-2.375 Mhz pada zona 1, wilayah Sumatera Bagian Utara. Untuk zona 4 Banten, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan rentang 2.370-2.380 Mhz.

Rentang 2.370-2.380 Mhz pada zona 5 untuk wilayah Jawa Bagian Barat, kecuali Bogor, Depok, dan Bekasi. Pada zona 6, Jawa Bagian Tengah dengan rentang 2.370-2.380 Mhz.

Rentang 2.370-2.380 Mhz pada zona 7 untuk Jawa Timur. Pada zona 9 untuk Papua dengan rentang 2.370-2.380 Mhz. Rentang 2.370-2.380 Mhz pada zona 10 wilayah Maluku dan Maluku Utara. Rentang 2.370-2.380 Mhz pada zona 12, wilayahnya Sulawesi Utara. Pada zona 15 Kepulauan Riau dengan rentang 2.375-2.380 Mhz.

Blok C

Terdiri atas rentang 2.380-2.390 MHz pada zona 4. Seperti pada wilayah Jakarta, Banten,  Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi. Pada zona 5 Jawa Bagian Barat, kecuali Bogor, Depok, dan Bekasi dengan rentang 2.380-2.390 Mhz.

Rentang 2.380-2.390 Mhz pada zona 6 wilayah Jawa Bagian Tengah. Pada zona 7 Jawa Timur dengan rentang 2.380-2.390 Mhz.

Rentang 2.380-2.390 Mhz pada zona 9 untuk wilayah Papua. Pada zona 10 Maluku dan Maluku Utara dengan rentang 2.380-2.390 Mhz. Rentang 2.380-2.390 MHz pada zona 12 untuk Sulawesi Utara. Pada zona 15 Kepulauan Riau dengan rentang 2.380-2.390 Mhz.

Meski demikian, Kominfo mengatakan bahwa penggunaan frekuensi 5G di Indonesia akan berjalan. Teknologi ini diperkirakan akan mulai digunakan pada akhir 2021.