Merger Indosat dan Tri, Menjadikan Jaringan Internet Lebih Baik

Posted on

Merger Indosat dan Tri telah dikabarkan selama ini. Mengenai konsolidasi operator seluler di Indonesia memang sudah lama dikabarkan oleh Kemekominfo. Hal itu sebelum adanya isu merger pada kedua provider tersebut.

Merger Indosat dan Tri, Menjadikan Jaringan Internet Lebih Baik
Ilustrasi merger Indosat dan Tri. Foto: Ist/Net

Sejumlah operator telekomunikasi sering terjadi persaingan tarif antar operator. Perang tarif yang dapat berakhir tidak sehat dalam industri selular negeri ini.

Isu Merger Indosat dan Tri

Mengenai isu merger tersebut berawal dari sumber Bloomberg. Di mana menyebut bahwa CK Hutchison Holdings Ltd dikabarkan sedang melakukan pembicaraan lanjutan.

Hal itu terkait merger dalam bisnis operator telekomunikasi di Indonesia saat ini. Dengan Ooredoo QPSC, tentunya sebagai pemegang saham secara mayoritas pada PT Indosat Tbk (ISAT).

Pada akhir Desember, Ooredoo QPSC dan CK Hutchison Holdings Limited melakukan penandatanganan terkait MoU. Hal ini merupakan tahap awal dalam penilaian potensi dari transaksi merger kedua perusahaan tersebut. MoU tersebut yang tidak memiliki sifat yang mengikat.

Januari kemarin, Vikram Sinha selaku Director and Chief Operating Officer PT Indosat Tbk, mendapatkan dukungan dari pemerintah. Mengenai nota kesepahaman MoU antara perusahaannya dengan PT Hutchison 3 Indonesia dalam proses mengkaji potensi penggabungan usahanya.

Internet Akan Semakin Cepat

Pengamat Telekomunikasi Heru Sutadi menilai mengenai merger Indosat dan Tri ini, tentunya bisa memengaruhi kualitas layanan internetnya. Selain itu, juga telekomunikasi yang dinikmati pelanggan meskipun belum dapat diketahui secara pasti.

Dalam perhitungan dengan frekuensi yang semakin besar, sehingga dapat diharapkan dalam layanan terutama berbasis data internet menjadi lebih baik.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Pengamat Telekomunikasi Nonot Harsoyo. Mengatakan nantinya akan ada perubahan pengalaman pengguna atas penggabungan dua provider itu. Namun, hal tersebut akan berlangsung cukup lama. Sekitar 1 hingga 2 tahun setelah kedua provider resmi bergabung.

Merger kedua provider tersebut dapat memperlebar spektrum frekuensinya. Hal itu karena banyaknya jumlah Base Transceiver Station (BTS). Sehingga akan diakumulasi dari dua perusahaan tersebut.

Apabila jumlah BTS-nya bertambah, akan berdampak pada kapasitas dan yang lainnya. Tentunya juga akan lebih tinggi dan lebih besar. Bila jumlah BTS dan pitanya bertambah, maka kecepatan aksesnya juga lebih tinggi.

Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Merger

Dalam meningkatkan user experience, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya mengenai merger Indosat dan Tri dalam menata BTS. Selain itu, juga menata pemanfaatan dalam spektrumnya.

Kedua pihak juga perlu menata jaringan fiber optik dengan baik. Hal itu karena dalam jaringannya masih menggunakan microwave link. Sehingga akan lebih susah untuk mengikuti persaingan dengan provider lainnya.

Mengenai hal ini, seiring dengan laporan Open Signal. Menurut Open Signal, pengalaman pengguna Mobile Gaming dan kecepatan unggahannya. Menunjukkan gabungan skor yang lebih tinggi apabila Indosat dan Tri dapat bergabung. Sedangkan kecepatan unduh dan menonton video masih berada di bawah rata-rata nasionalnya.

Namun, menurut Open Signal membutuhkan waktu selama bulanan hingga tahunan. Hal itu agar kecepatan internet gabungan dua perusahaan tersebut bisa meningkat setelah adanya merger.

Akan Menyaingi XL

Dalam perkiraannya, merger Indosat dan Tri akan membuat keduanya lebih besar. Tentunya apabila dibandingkan dengan XL. Saat ini Telkomsel yang ada pada peringkat pertama dengan jumlah pelanggan terbesar. Setelah itu, disusul oleh operator XL.

Saat ini Telkomsel memiliki jarak yang dianggap jauh dengan operator lainnya. Hal itu karena operator tersebut telah menguasai sekitar 50 persen pengguna seluler di Indonesia.

Merger Indosat dan Tri akan berpengaruh pada kualitas layanan internet. Sehingga dalam layanan berbasis data internet menjadi lebih baik.